Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Rabu, 06 September 2023

Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan nonelektrolit (XII IPA 5)


Nama Guru            : Neny Sherliani, S.Pd.
Mata Pelajaran      : Kimia
Kelas                      : XII IPA 5
Pertemuan            : Minggu ke-8
KD
3.2 Membedakan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit

Tujuan pembelajaran

Peserta didik diharapkan dapat menganalisis perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit


Materi                    : Sifat Koligatif Larutan
Metode                  : Pendekatan saintifik model Discovery Learning
Strategi                  : Berpikir kritis, tanya jawab, dan kerja mandiri



Kegiatan Pendahuluan

Guru:

Orientasi

  • Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa  untuk  memulai pembelajaran
  • Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
  • Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik  dalam mengawali kegiatan pembelajaran.


Apersepsi

  • Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya
  • Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
  • Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan diajarkan
  • Guru memberikan contoh fenomena yang ada di sekitar kita kepada peserta didik terkait Sifat Koligatif Larutan, yaitu Penurunan Tekanan Uap dan Kenaikan Tidik Didih melalaui link berikut:





Motivasi

  • Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
  • Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi : Sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung


Pemberian Acuan
  • Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan yang berlangsung
  • Memberitahukan tentang kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung
  • Pembagian kelompok belajar
  • Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan Inti


Stimulasi
Guru memberikan stimulus kepada peserta didik agar memusatkan perhatian terhadap materi yang akan dibahas, yaitu Sifat Koligatif Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Identifikasi Masalah
Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang diberikan dan menjawabnya secara bersama-sama melalui kegiatan belajar.






Mengajukan pertanyaan
Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi Sifat koligatif larutan elektrolit yang sedang dipelajari.

Mengumpulkan Data
Secara disiplin peserta didik melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi Sifat koligatif larutan elektrolit dan nonelektrolit yang sedang dipelajari.

Kolaborasi
Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi Sifat koligatif larutan elektrolit





Pengembangan Materi   :

Bagaimana perbedaan sifat koligatif larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit? Berdasarkan hasil penyelidikan ilmiah, diketahui bahwa larutan elektrolit memiliki sifat koligatif yang tidak sama dengan larutan nonelektrolit akibat jumlah mol ion-ion dalam larutan meningkat sesuai derajat ionisasinya.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui, bahwa untuk kemolalan yang sama, penurunan titik beku dan kenaikan titik didih larutan elektrolit lebih besar dibandingkan larutan nonelektrolit. Mengapa? Jika gula pasir (nonelektrolit) dilarutkan ke dalam air, gula pasir akan terhidrasi ke dalam bentuk molekul-molekulnya. Akibatnya, jika satu mol gula pasir dilarutkan dalam air, akan dihasilkan satu mol molekul gula pasir di dalam larutan itu.

C12H22O11(s) → C12H22O11(aq)


Jika garam dapur (elektrolit) dilarutkan dalam air, garam tersebut akan terionisasi membentuk ion Na+ dan Cl–.

NaCl(s) → Na+(aq) + Cl–(aq)

Kalian pasti sudah memahami, jika satu mol garam dapur dilarutkan, akan terbentuk satu mol ion Na+ dan satu mol ion Cl– atau terbentuk dua mol ion. Sifat koligatif larutan hanya bergantung pada banyaknya zat terlarut sehingga sifat koligatif larutan elektrolit selalu lebih tinggi dibandingkan dengan larutan nonelektrolit.

Satu molal gula pasir dapat meningkatkan titik didih hingga 1,86°C. Adapun satu molal larutan garam dapur dapat meningkatkan titik didih menjadi dua kali lipat atau setara dengan 3,72°C. Kenaikan titik didih larutan MgCl2 1 m menjadi tiga kali lebih tinggi dibandingkan larutan gula pasir sebab dalam larutan MgCl2 terbentuk tiga mol ion, yaitu satu mol ion Mg2+ dan dua mol ion Cl–. 

Persamaan ionnya: MgCl2(aq) → Mg2+(aq) + 2Cl–(aq)

Untuk larutan elektrolit lemah, seperti CH3COOH dan HF, penurunan titik beku dan kenaikan titik didih berkisar di antara larutan elektrolit dan larutan nonelektrolit sebab larutan elektrolit lemah terionisasi sebagian.





Selanjutnya, (1+ α (n – 1)) disebut i, faktor Van’t Hoff

Faktor van’t Hoff:









Gambar: Jacobus Henricus van 't Hoff

Jacobus Henricus van 't Hoff (30 Agustus 1852 – 1 Maret 1911) ialah kimiawan fisika dan organik Belanda. Pemenang Penghargaan Nobel dalam Kimia pada tahun 1901.

 


Faktor van’t Hoff:

i = 1 + (n-1)α,

keterangan:
i= faktor van’t Hoff
α = derajat disosiasi
n = jumlah ion yang dapat dihasilkan oleh satu satuan rumus senyawa elektrolit. 
Misal untuk NaCl, n = 2, MgCl2, n = 3

 

Rumus-rumus sifat koligatif larutan nonelektrolit:



Rumus-rumus sifat koligatif larutan elektrolit:



Zat elektrolit sebagian atau seluruhnya terurai menjadi ion-ion. Jadi, untuk konsentrasi yang sama larutan elektrolit mengandung jumlah partikel lebih banyak daripada larutan nonelektrolit. Oleh karena itu, larutan elektrolit mempunyai sifat koligatif lebih besar daripada sifat koligatif larutan nonelektrolit.




Contoh Soal dan Pembahasan


1. 



2. 





Latihan Soal

(1.) Ke dalam 360 air dilarutkan 60 gram urea (Mr=60). Hitunglah tekanan uap larutan jika pada saat itu tekanan uapa murni 30 mmHg.

(2) Suatu larutan yang mengandung 20 gram zat X adalah 250 gram benzena membeku pada suhu 3,74C. Jika tititk beku benzena murni 5,48C dan Kf benzena 5,12. hitunglah massa molekul relatif (Mr) zat tersebut!

(3) Tekanan osmotik larutan CaCl2  0,1 M dan urea 0,1 M masing-masing adalah 0,605 atm dan 0,245 atm. Hitunglah nilai faktor Van't Hoff untuk CaCl2!



Kegiatan Penutup

Peserta didik membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Sifat koligatif larutan nonelektrolit yang baru dilakukan.




Kesimpulan

Ketercapaian yang didapat pada pembelajaran 100%, peserta didik dapat menyelesaikan tugas latihan dengan baik dan benar.




0 comments:

Posting Komentar

Terima kasih, semoga dapat memberikan manfaat untuk yang membacanya